No Comments

7 Strategi Kelola Printer di Era Hybrid Working: Cara Kantor Modern Bisa Hemat 40% Biaya Cetak — Nomor 4 Paling Revolusioner!

Kantor zaman now udah nggak kayak dulu. Sebagian karyawan kerja dari rumah (WFH), sebagian datang ke kantor (WFO), dan ada juga yang pilih-pilih hari (hybrid). Pertanyaannya: gimana nasib printer kantor? Apakah infrastruktur cetak kamu masih dirancang untuk model kerja lama yang semua orang di kantor setiap hari?

Kalau kamu masih pakai cara lama — beli printer sebanyak jumlah karyawan, toner dibeli per departemen, dan service dilakukan reaktif pas mesin rusak — bersiaplah budget cetak kamu membengkak. Riset dari Microsoft WorkLab menunjukkan perusahaan dengan model kerja hybrid bisa membuang hingga 30% biaya cetak hanya karena infrastruktur yang nggak sesuai.

Di artikel ini, kita bakal bahas 7 strategi konkret yang udah terbukti membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia (termasuk klien Newton) mengelola printer di era hybrid working. Bonusnya? Kamu bisa hemat biaya cetak sampai 40% tanpa ganti semua mesin.

1. Audit Realistis: Hitung Dulu Kebutuhan Cetak Hybrid

Sebelum ngomongin strategi, kamu harus tahu dulu data nyata di lapangan. Jangan cuma nebak.

Yang harus kamu audit:

  • Rata-rata karyawan per hari di kantor — hitung selama 2 minggu, jangan 1 hari doang
  • Volume cetak per bulan (hitam putih vs warna) — cek history printer atau laporan cost per print
  • Pola cetak — dokumen internal, proposal klien, laporan keuangan
  • Jumlah printer yang ada — termasuk yang jarang dipakai

Tips dari Newton: Minta tim IT atau operasional untuk export log cetak 3 bulan terakhir. Lihat trennya — apakah cetak turun drastis di hari Jumat atau pas musim liburan? Data ini jadi dasar semua keputusan selanjutnya.

Kebanyakan perusahaan kaget pas tahu ternyata 40% printer mereka cuma dipakai kurang dari 10 kali sehari. Itu artinya ada mesin menganggur yang tetap bayar listrik, toner kedaluwarsa, dan risiko kerusakan karena jarang dipakai.

2. Consolidate: Satu Mesin Multifungsi untuk 10–15 Karyawan Hybrid

Prinsipnya sederhana: jumlah printer harus sesuai dengan jumlah orang yang benar-benar di kantor setiap hari, bukan total headcount perusahaan.

Dulu pas semua orang WFO 5 hari seminggu, rasio 1 printer : 5–8 orang masuk akal. Tapi sekarang? Dengan model hybrid yang rata-rata karyawan hanya datang 2–3 hari seminggu, rasio idealnya jadi 1 printer multifungsi : 10–15 orang.

Keuntungan konsolidasi:

  • Lebih sedikit mesin = lebih sedikit toner, spare part, dan servis
  • Utilisasi mesin lebih tinggi = biaya per lembar (CPP) lebih rendah
  • Ruang kantor lebih lega — nggak ada printer berserakan di setiap sudut
  • Lebih mudah dikelola — update driver, troubleshoot, maintenance

Praktik terbaik: tempatkan 1 printer multifungsi di central point setiap lantai/zona, ditambah 1–2 printer di area khusus (misalnya di dekat resepsionis atau ruang meeting utama).

3. Terapkan Pull Printing / Follow-Me Printing untuk Karyawan Hybrid

Bayangin situasi ini: seorang karyawan lagi WFH, buru-buru kirim dokumen ke printer di kantor, lalu… lupa. Dokumen menggantung di mesin sampe besok, dipakai orang lain, atau — lebih parah — dibaca orang yang nggak berhak.

Dengan pull printing:

  • Karyawan print dari rumah/laptop → dokumen masuk antrian server
  • Pas sampe kantor, swipe card di printer manapun → dokumen keluar
  • Karyawan bisa pilih printer mana yang mau dipake (yang terdekat, yang paling irit toner, dll)
  • Dokumen yang nggak di-claim dalam X jam otomatis terhapus — nggak ada kertas terbuang

Data dari klien Newton yang implementasi follow-me printing: biaya cetak turun rata-rata 25% hanya dari pengurangan print yang nggak ter-claim dan kertas terbuang.

4. Standarisasi Merek & Tipe Printer dalam Satu Fleet

Punya 5 printer dari 5 merek berbeda kedengarannya fleksibel, tapi dalam praktiknya ini sumber pemborosan diam-diam.

AspekMulti-MerekStandarisasi 1–2 Merek
Toner/TintaStok 5 jenis berbedaCukup 1–2 jenis
DriverSupport 5 seri driver1 driver universal
Pelatihan karyawanCara pakai beda-bedaSama semua
Servis & spare part5 kontrak servis berbeda1 partner servis
Biaya operasionalLebih tinggi 20–30%Optimal

Berdasarkan pengalaman Newton menangani ratusan perusahaan di Indonesia, standarisasi printer mengurangi total cost of ownership hingga 25% hanya dari efisiensi manajemen stok dan servis.

Pilihan bijak: pilih 1 merek untuk printer monochrome (biasanya untuk dokumen internal) dan 1 merek untuk printer warna (untuk proposal/marketing materials). Cukup. Jangan lebih.

5. Gunakan Managed Print Services (MPS) untuk Fleksibilitas Hybrid

MPS adalah solusi sewa printer all-in-one — mesin, toner, servis, dan monitoring — dengan bayaran per bulan atau per cetak. Di era hybrid, fleksibilitas MPS jadi game changer.

Kenapa MPS cocok buat hybrid working:

  • Skalabel: Karyawan bertambah, printer nambah — atau cukup naikkan volume cetak di kontrak
  • Bayar sesuai pemakaian: Nggak ada karyawan di kantor? Nggak ada cetak = nggak ada biaya toner meledak
  • Monitoring real-time: Sistem monitor bisa lihat mana printer jarang dipakai, mana yang overused, dan rekomendasi relokasi
  • Servis termasuk: Nggak ada cerita IT stress urus driver, paper jam, atau ganti toner — semua udah include

Klien Newton yang beralih ke MPS di masa hybrid working melaporkan penghematan biaya cetak 20–40% dalam 6 bulan pertama, plus tim IT bisa fokus ke pekerjaan yang lebih strategis. Pelajari lebih lanjut tentang Managed Print Services Newton.

6. Optimalkan Cloud Printing untuk Karyawan Remote

Karyawan hybrid sering butuh cetak dari laptop pribadi, dari rumah, atau bahkan dari kafe. Solusinya: cloud printing.

Opsi cloud printing yang bisa kamu pilih:

  • Printer dengan fitur cloud native — banyak printer kantor modern udah support print via email atau portal cloud seperti dari Canon Indonesia
  • VPN + Print Server — untuk keamanan lebih ketat, kombinasikan dengan pull printing
  • Mobile Print via AirPrint/Mopria — untuk cetak langsung dari HP atau tablet

Pastikan: ✅ Koneksi aman (HTTPS/VPN) ✅ Bisa diintegrasi dengan sistem autentikasi karyawan ✅ Ada logging/audit trail untuk tracking siapa cetak apa, kapan, dari mana

7. Evaluasi & Ukur Secara Berkala — Jangan Set & Forget

Ini langkah paling penting dan paling sering dilewatin. Setelah kamu menerapkan strategi di atas, ukur hasilnya secara berkala.

Metrik yang wajib dipantau:

MetrikTarget IdealCara Ukur
Cost per print (CPP)Laporan MPS atau hitung mandiri
Utilisasi printer60–80%Log cetak printer
Downtime per bulanLog servis & trouble ticket
Kertas terbuang (waste)Sistem pull printing + log

Buat review tiap kuartal. Kalau ada printer yang utilisasinya di bawah 30% selama 3 bulan berturut-turut, relokasi atau non-aktifkan. Kalau ada karyawan yang cetak warna 500 lembar sebulan padahal kerjanya di administrasi, cek kebijakan aksesnya.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah semua printer di kantor harus diganti kalau mau beralih ke hybrid working?

Nggak harus. Kamu bisa mulai dari audit untuk lihat printer mana yang masih efisien dan mana yang sebaiknya diganti. Seringkali cukup dengan mengurangi jumlah printer (konsolidasi) dan tambah sistem pull printing. Ganti mesin kalau usia udah di atas 5 tahun atau biaya servisnya udah lebih dari 50% harga beli baru. Cara membersihkan printer yang benar juga bisa memperpanjang umur mesin.

2. Berapa biaya implementasi pull printing per bulan?

Biaya bervariasi tergantung jumlah printer dan pengguna. Untuk kantor skala menengah (30–50 karyawan), investasi awal biasanya Rp 5–15 juta untuk software dan hardware autentikasi, dengan biaya bulanan Rp 1–3 juta. Potensi penghematan dari pengurangan kertas dan toner biasanya udah balik modal dalam 3–6 bulan.

3. Apakah MPS lebih murah daripada beli printer sendiri dalam jangka panjang?

Berdasarkan data Newton, untuk kontrak 3–5 tahun, MPS bisa 15–30% lebih hemat dibanding beli sendiri — terutama karena kamu nggak perlu stok toner, spare part, dan teknisi internal. Solusi MPS dari penyedia seperti Ricoh MPS juga banyak dipakai perusahaan skala menengah ke atas. Tapi pastikan kontraknya fair: baca detail soal biaya cetak minimum, biaya opsi terminasi, dan SLA servis.

4. Gimana cara mengatur akses cetak warna biar nggak boros?

Solusinya: role-based printing. Atur di server atau software MPS kamu — misalnya: Level 1 (semua karyawan): BW-only. Level 2 (marketing, sales): Warna terbatas 100 lbr/bulan. Level 3 (direksi, desain): Unlimited warna. Dengan follow-me printing + role-based access, pemborosan warna bisa turun drastis.

5. Apa yang harus dilakukan dengan printer lama yang sudah tidak dipakai?

Jangan dibuang sembarangan — cartridge toner dan komponen elektronik printer termasuk limbah B3. Beberapa opsi: Kembalikan ke vendor (kalau sewa/MPS), donasi ke sekolah atau yayasan (kalau masih berfungsi), atau gunakan jasa recycle elektronik bersertifikat. Newton juga punya program take-back untuk printer bekas klien MPS — tanya ke tim Newton untuk detailnya.

Butuh panduan lebih lengkap? Cek halaman sewa printer Newton atau lihat katalog printer untuk pilihan mesin yang sesuai kebutuhan kantormu.

Kesimpulan

Era hybrid working menuntut cara baru dalam mengelola printer kantor. Nggak perlu panik dan nggak perlu ganti semua mesin dalam semalam. Mulai dari audit sederhana, lalu bertahap terapkan 7 strategi di atas:

  1. Audit kebutuhan cetak — jangan nebak, pakai data
  2. Konsolidasi printer — rasio mesin sesuai karyawan di kantor
  3. Pull printing — stop kertas terbuang dan dokumen menggantung
  4. Standarisasi merek — satu armada, biaya turun
  5. MPS untuk fleksibilitas — bayar sesuai pemakaian
  6. Cloud printing — karyawan remote tetap bisa cetak aman
  7. Evaluasi rutin — ukur, evaluasi, optimasi

Poin paling penting: Hybrid working bukan alasan untuk mengabaikan manajemen cetak. Justru sebaliknya — makin fleksibel model kerja kamu, makin penting untuk punya sistem yang rapi, terukur, dan efisien.

Kalau kamu butuh bantuan audit biaya cetak atau konsultasi MPS untuk kantor hybrid, tim Newton siap bantu. Gratis konsultasi awal.

Ditulis oleh tim Newton — spesialis Managed Print Services dan solusi cetak kantor untuk perusahaan di Indonesia. Newton udah bantu 200+ perusahaan hemat biaya cetak 20–40% dengan solusi MPS yang disesuaikan.

WhatsApp 087 888 090 900