Di banyak perusahaan, urusan cetak masih diperlakukan sebagai pembelian aset. Beli mesin. Pakai. Servis kalau rusak. Ganti kalau sudah tidak layak.
Tapi bagi decision maker hari ini—COO, CFO, Head of GA, Head of IT—pertanyaannya bukan lagi “berapa harga unitnya?”
Melainkan:
“Bagaimana sistem cetak ini mendukung efisiensi, kontrol biaya, dan keberlanjutan operasional jangka panjang?”
Di sinilah terjadi pergeseran besar:
dari pengadaan (procurement) menuju pengelolaan (management).
Dan di sinilah pendekatan Managed Print Service (MPS) menjadi relevan.
Mengapa Model Pengadaan Tradisional Tidak Lagi Cukup?
Dalam model lama, perusahaan:
- Membeli perangkat sebagai CapEx
- Mengelola toner dan maintenance secara terpisah
- Tidak memiliki visibilitas biaya cetak secara real-time
- Bergantung pada vendor berbeda untuk support
Akibatnya?
- Biaya tersembunyi (hidden cost) sulit dilacak
- Downtime mengganggu produktivitas
- Tidak ada standar kontrol dan reporting
- Proses pengadaan berulang tanpa strategi jangka panjang
Untuk organisasi yang sedang bertumbuh, pendekatan ini menciptakan fragmentasi operasional.
Evolusi Strategi: Dari Asset-Oriented ke Outcome-Oriented
Perusahaan modern mulai memandang cetak sebagai bagian dari infrastruktur bisnis, bukan sekadar perangkat.
Pendekatan baru ini berfokus pada:
- Predictable cost (biaya yang terukur dan stabil)
- Centralized monitoring
- Preventive maintenance
- Kontrak layanan jangka panjang
- Optimalisasi utilisasi perangkat
Model inilah yang dikenal sebagai Managed Print Service (MPS).
Apa Itu Managed Print Service dalam Konteks Strategis?
Managed Print Service bukan sekadar “sewa printer”.
Ini adalah sistem terintegrasi yang mencakup:
- Audit kebutuhan cetak perusahaan
- Perencanaan penempatan perangkat
- Monitoring volume dan performa
- Otomatisasi suplai consumables
- Maintenance preventif dan responsif
- Reporting untuk pengambilan keputusan
Pendekatannya berbasis data dan kontrak jangka panjang, bukan transaksi satu kali.
Mengapa Decision Maker Beralih ke Model Ini?
1️⃣ Kontrol Biaya yang Lebih Akurat
Dengan skema berbasis volume atau kontrak tetap, perusahaan dapat:
- Mengurangi pembelian mendadak
- Menghindari overstock toner
- Mengubah biaya besar (CapEx) menjadi OpEx yang lebih fleksibel
Bagi CFO, ini berarti perencanaan anggaran lebih presisi.
2️⃣ Minim Downtime, Maksimal Produktivitas
Dalam sistem pengelolaan terintegrasi:
- Perangkat dimonitor secara berkala
- Servis dilakukan sebelum kerusakan besar terjadi
- SLA (Service Level Agreement) jelas dan terukur
Bagi COO, ini berarti operasional lebih stabil.
3️⃣ Satu Mitra Strategis, Bukan Banyak Vendor
Alih-alih berurusan dengan:
- Supplier perangkat
- Vendor toner
- Teknisi berbeda
- Admin internal untuk koordinasi
Perusahaan memiliki satu strategic print partner yang bertanggung jawab penuh atas ekosistem cetak.
Ini bukan hubungan jual-beli.
Ini hubungan kolaboratif jangka panjang.
Newton sebagai Strategic Print Partner
Di Newton, kami tidak memposisikan diri sebagai sekadar penyedia printer.
Kami membantu perusahaan:
- Mendesain ulang sistem cetak agar efisien
- Mengunci biaya operasional dalam kontrak jangka panjang
- Mengurangi kompleksitas vendor
- Menciptakan recurring operational model yang stabil
Pendekatan ini bukan tentang perang harga.
Karena harga terendah jarang menghasilkan biaya total terendah.
Yang kami bangun adalah:
- Transparansi
- Predictability
- Sustainability
Dampak Jangka Panjang bagi Perusahaan
Perusahaan yang beralih dari model pengadaan ke pengelolaan biasanya mengalami:
- Pengurangan total cost of ownership (TCO)
- Efisiensi administrasi internal
- Peningkatan kontrol penggunaan
- Data cetak untuk perencanaan strategis
- Hubungan vendor yang lebih stabil dan accountable
Dalam jangka panjang, ini bukan sekadar efisiensi biaya.
Ini tentang ketahanan operasional (operational resilience).
FAQ – Managed Print Service untuk Decision Maker
Sewa printer fokus pada penyediaan perangkat. Managed Print Service mencakup monitoring, pengelolaan, reporting, dan optimasi menyeluruh dengan pendekatan strategis dan kontrak jangka panjang.
Tidak selalu.
Banyak perusahaan menemukan bahwa biaya total (TCO) justru lebih rendah karena:
- Minim downtime
- Tidak ada pembelian mendadak
- Tidak ada stok berlebih
- Biaya lebih terprediksi
Sangat cocok, terutama untuk perusahaan dengan:
- Lebih dari satu lokasi
- Volume cetak stabil atau tinggi
- Kebutuhan kontrol biaya yang ketat
- Fokus pada efisiensi operasional
Kontrak jangka panjang memberikan:
- Stabilitas biaya
- Kepastian layanan
- Prioritas support
- Perencanaan kapasitas yang matang
Hubungan jangka panjang memungkinkan optimasi berkelanjutan, bukan solusi sementara.
Diskusikan Kebutuhan Cetak Perusahaan Anda
Ingin mengetahui bagaimana struktur biaya cetak di perusahaan Anda saat ini?
Kami siap membantu melakukan audit dan merancang model pengelolaan yang lebih efisien.
👉 Hubungi tim Newton untuk konsultasi strategis di 087 888 090 900 | [email protected]
Karena keputusan operasional hari ini menentukan stabilitas bisnis Anda besok.
📌 Artikel Terkait
- UMKM & Perusahaan Besar Mulai Beralih ke Rental Printer – Apa Penyebabnya?
- Kenapa Perusahaan Besar Tidak Lagi Membeli Printer?
- 4 Teknologi Printer Terbaru yang Rugi jika Kantor Kamu Tidak Menggunakannya
- Kenapa Perawatan Mesin Printer Lebih Penting daripada Sekadar Perbaikan?
- Apa Itu Cost Control Dalam Operasional Kantor












087 888 090 900