![]()
Apa itu Burnout Syndrome?
Salah satu sindrom pada pekerja, penyebabnya bisa dikarenakan oleh tekanan pekerjaan yang terlalu banyak hingga sulit untuk diatasi oleh orang tersebut atau karena kelelahan dalam bekerja.
Jika Kamu mengira sindrom pada pekerja ini mirip dengan perasaan stress ternyata salah, berbeda dengan stress sindrom ini tidak menimbulkan emosi berlebihan dan kehilangan energi. Untuk membedakannya, coba lihat tanda-tanda yang terjadi pada seseorang yang terkena sindrom ini:
Tanda-tanda orang tersebut terkena Burnout Syndrome
Menurut Smith & Segal (2011) tanda-tanda tersebut berupa:
- Timbulnya ketidak berdayaan dan keputusasaan
- Kehilangan motivasi, cita-cita, dan harapan
- Menimbulkan pemisahan diri dan depresi
- Gangguan utama terjadi pada emosional
- Dapat membuat kehidupan terkesan tidak layak
Apa akibat yang ditimbulkan dari Burnout Syndrome?
Dari hilangnya motivasi, cita-cita dan harapan mengakibatkan orang tersebut timbul perasaan tidak ingin melakukan pekerjaannya, bahkan hingga menimbulkan gejala fisik lainnya seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.
Bagaimana cara mengatasi sindrom ini?
Jangan panik jika Kamu merasa mengalami gejala sindrom ini, masih ada cara untuk mengatasinya.
- Pertama-tama percaya pada diri sendiri akan kemampuan yang dimiliki bahwa Kamu bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan memberikan hasil yang memuaskan
- Menghilangkan pikiran-pikiran negatif, baik itu mengenai kantor, atasan, rekan kerja maupun pekerjaan itu sendiri. Memotivasilah diri sendiri dengan membuat pemikiran positif, cara paling tepat untuk memotivasi diri sendiri ketika di pagi hari saat baru bangun tidur cobalah untuk bercermin dan ucapkan kata-kata positif yang dapat membuatmu semangat menjalani hari dan pekerjaan, itu salah satu mantra yang cukup ampuh loh guys.
- Pada orang yang mengalami Burnout Syndrome membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya, baik itu keluarga maupun teman. Jadi jika Kamu melihat tanda-tanda sindrom burnout pada orang terdekatmu cobalah untuk lebih caring.
- Saat weekend tiba, cobalah untuk liburan atau cobalah ambil cuti liburan sebentar untuk refreshing dan mengembalikan semangat kerja.
- Melakukan hobby atau kesukaan, dengan menjalankan hobby mu motivasi akan tumbuh kembali seiring dengan rasa senang yang timbul. Apalagi jika hobby yang Kamu miliki berolahraga, itu sangat bagus untuk menghilangkan perasaan depresi.
- Istirahat yang cukup. Seringkali banyaknya pekerjaan membuat jam istirahatmu menjadi tidak teratur, untuk mengatasi sindrom pada pekerja ini hindari jam kerja lembur dan istirahatlah secara teratur.
- Jika pekerjaan yang kamu kerjakan sangat merepotkan dan tak bisa Anda kerjakan sendiri lebih baik mencari jalan keluar lain untuk menghindari timbulnya sindrom burnout.Jika penyebab Anda merasa pekerjaan itu sulit dan sangat merepotkan adalah masalah seperti; sulitnya mencari vendor toner cartridge yang berkualitas atau karena bos meminta Anda untuk menghemat biaya penambahan printer namun Kamu masih bingung bagaimana solusinya, jangan lagi direpotkan akan hal tersebut, mengapa?
Karena Kamu adalah orang terbaik untuk pekerjaanmu saat ini, untuk urusan printer dan toner Anda dapat menyerahkan kepada ahlinya. Jangan lagi direpotkan dengan printer yang sering ngadat, supply toner dengan kualitas jelek dan harga printer yang semakin mahal. Karena semua itu sudah ada solusinya di https://newton.co.id/
Setelah melihat gejala, penyebab dan cara mengatasi sindrom burnout semoga membuatmu dapat mencegah atau mengatasinya. Ingat cita-cita dan impianmu untuk mengembalikan semangat.
๐ Artikel Terkait
- Berhemat Tidak Selalu Menekan Kualitas, Beginilah Caranya
- Hal Terpenting Saat Liburan di Musim HUJAN
- Biaya Operasional Kantor Anda Membengkak? Ketahui Cara Menghematnya disini!
- Budget Terbatas? Ini Rekomendasi Printer Dibawah 1 Juta
- Cara Memilih Toner Printer Kantor: Panduan Lengkap Agar Hemat & Tetap Berkualitas
Sumber & Referensi
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Apa itu Burnout Syndrome dan apa bedanya dengan stress biasa?
Burnout Syndrome adalah sindrom pada pekerja yang disebabkan oleh tekanan pekerjaan yang terlalu berat hingga sulit diatasi, atau kelelahan dalam bekerja. Berbeda dengan stress, Burnout Syndrome tidak menimbulkan emosi berlebihan dan ditandai dengan kehilangan energi, motivasi, cita-cita, dan harapan. Menurut Smith & Segal (2011), tanda-tandanya meliputi ketidakberdayaan, keputusasaan, kehilangan motivasi, pemisahan diri, dan depresi.
Apa saja tanda-tanda seseorang terkena Burnout Syndrome?
Menurut Smith & Segal (2011), ada 5 tanda utama Burnout Syndrome: (1) Timbulnya ketidakberdayaan dan keputusasaan, (2) Kehilangan motivasi, cita-cita, dan harapan, (3) Menimbulkan pemisahan diri dan depresi, (4) Gangguan utama terjadi pada emosional, (5) Dapat membuat kehidupan terkesan tidak layak. Jika Anda atau rekan kerja mengalami beberapa tanda ini, penting untuk segera melakukan langkah pencegahan.
Apa akibat yang ditimbulkan dari Burnout Syndrome pada pekerja?
Dari hilangnya motivasi, cita-cita dan harapan, Burnout Syndrome mengakibatkan penderitanya tidak ingin melakukan pekerjaannya. Akibat lanjutannya dapat berupa gejala fisik seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan. Ini tentu berdampak pada produktivitas kerja dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Bagaimana cara mengatasi Burnout Syndrome?
Ada 7 cara yang bisa dilakukan: (1) Percaya pada kemampuan diri sendiri, (2) Hilangkan pikiran negatif dan motivasi diri dengan afirmasi positif setiap pagi, (3) Cari dukungan dari keluarga dan teman, (4) Ambil waktu liburan atau cuti untuk refreshing, (5) Lakukan hobi atau olahraga untuk mengembalikan semangat, (6) Istirahat cukup dan hindari lembur berlebihan, (7) Jika pekerjaan terlalu merepotkan termasuk urusan printer dan perlengkapan kantor, serahkan kepada ahlinya agar Anda bisa fokus pada tugas inti.
Apakah Burnout Syndrome bisa dicegah?
Ya, Burnout Syndrome bisa dicegah dengan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Langkah pencegahan meliputi: istirahat yang cukup dan teratur, tidak membawa pekerjaan ke rumah secara berlebihan, melakukan hobi dan olahraga rutin, membangun komunikasi baik dengan rekan kerja dan atasan, serta tidak ragu meminta bantuan jika pekerjaan terasa terlalu berat. Jika urusan pekerjaan yang merepotkan seperti masalah printer atau toner, serahkan kepada ahlinya agar Anda bisa fokus pada tugas inti.