No Comments

7 Tanda Kantormu Udah Darurat Butuh Managed Print Services (Nomor 6 Paling Bikin Sadar!)

Pernah nggak sih, lo lagi asyik ngerjain laporan penting, terus tiba-tiba printer ngadat? Atau pas lagi buru-buru mau meeting, tintanya abis dan stok di gudang kosong? Rasanya pengen banting printer, kan?

Tenang, lo nggak sendirian. Gw ngobrol sama banyak pemilik kantor kecil sampe menengah, dan hampir semuanya ngalamin momen-momen frustrasi kayak gini. Yang lebih serem, banyak yang nggak sadar kalo masalah printing kantor mereka udah darurat dan butuh solusi yang lebih serius daripada sekadar ganti cartridge atau panggil teknisi.

Nah, di artikel ini gw bakal spill 7 tanda yang nunjukin kalo kantor lo udah waktunya pindah ke Managed Print Services (MPS). Bukan jualan, tapi biar lo sadar: “Oh, ternyata selama ini boncos di sini!”

Apa Sih MPS Itu? (Buat yang Masih Asing)

Oke, singkat cerita: Managed Print Services tuh kayak langganan printer profesional. Lo nggak perlu beli printer, nggak perlu pusing ngurus tinta, nggak perlu panik pas rusak. Semuanya dikelola sama provider — termasuk monitor pemakaian, maintenance rutin, sampe penggantian spare part. Lo tinggal bayar per lembar cetakan aja.

Bayangin kayak subscription Netflix, tapi buat printer kantor. Lebih simple, lebih terprediksi, dan biasanya lebih murah. Tapi kapan sih kita tau kalo udah waktunya pindah?

7 Tanda Kantormu Udah Darurat Butuh MPS

1. Lo Nggak Pernah Tahu Berapa Biaya Cetak Per Bulan

Coba tebak. Bulan lalu berapa total pengeluaran cetak kantor lo? Kalo lo jawab “nggak tau” atau “kira-kira segituan”, itu tanda pertama. Kebanyakan perusahaan nggak pernah ngitung total biaya printing karena tersebar di banyak pos — beli tinta di sini, service di sana, kertas beli sendiri, dll.

Gw pernah ngitungin temen yang punya kantor 25 karyawan. Pas dijumlah, ternyata dalam sebulan mereka ngeluarin Rp 3,2 juta buat urusan print. Dan itu belum termasuk biaya waktu karyawan yang ilang gara-gara ngurusin printer rusak. Kalo lo nggak punya tracking, lo bakal terus boncos tanpa sadar.

2. Printer Sering Rusak dan Karyawan Jadi “Teknisi Dadakan”

Kalo di kantor lo ada satu orang yang paling ditakuti pas printer rusak — karena dia yang selalu dipanggil buat ngurusin — itu artinya ada masalah. Waktu karyawan lo kepake buat hal yang bukan core business.

Bayangin: 1 orang aja ilang 10 menit per hari gara-gara urusan printer. Dalam 1 bulan (22 hari kerja) itu udah 220 menit = 3,7 jam. Dalam setahun? 44 jam! Nyaris seminggu penuh kerja. Dikali gaji karyawan, lumayan banget udah bisa bayar langganan MPS setahun.

3. Lo Punya >3 Printer dari Merek Berbeda dan Semua Pakai Tinta Beda

Ini nih yang paling sering terjadi. Kantor kecil mulai dengan beli printer murah A. Setahun kemudian butuh yang lebih cepat, beli merek B. Bagian accounting butuh yang bisa scan banyak, beli yang C. Hasilnya: 3 printer dengan 3 jenis tinta berbeda, 3 jenis cartridge, 3 kontak service berbeda.

Kalo udah begini, lo nggak bisa beli tinta dalam jumlah banyak buat dapet diskon. Stok jadi ruwet. Dan lo bakal punya 3 mesin yang masing-masing nggak optimal karena dipake buat semua jenis pekerjaan.

4. Biaya Tinta Udah Lebih Besar dari Harga Printernya Sendiri

Ini statistik yang cukup terkenal: rata-rata orang habis 3-4 kali lipat harga printer buat beli tintanya dalam setahun pertama. Printer murah 800 ribu, tapi tinta per bulan 200-300 ribu. Dalam 12 bulan udah 3,6 juta.

Gw kasih gambaran:

Jenis PrinterHarga PrinterBiaya Tinta/TahunTotal 2 Tahun
Printer Inkjet EkonomisRp 800.000Rp 2.400.000Rp 5.600.000
Printer Laser EntryRp 2.500.000Rp 1.800.000Rp 6.100.000
MPS (per lembar)Rp 0 (gratis)Rp 1.200.000*Rp 2.400.000

*Estimasi untuk 500 lembar/bulan, harga per lembar Rp 100-200

Nah, ngelihat tabel di atas, MPS bisa lebih hemat 50-60% dalam jangka 2 tahun. Belum lagi lo dapet printer baru gratis, bebas maintenance, dan nggak perlu pusing stok tinta.

5. Lemari Kantor Penuh Stok Tinta dan Kertas Tapi Nggak Pernah Cukup

Ini ironis banget. Banyak kantor yang stok tintanya numpuk sampe puluhan, tapi pas butuh malah tintanya abis atau expired. Kenapa? Karena pembeliannya nggak terencana. “Ah, mumpung lagi diskon, beli 5 dulu.” Eh, ternyata LED-nya error, tintanya nggak kepake. Atau beli cartridge yang ternyata udah di-discontinue.

Dengan MPS, lo nggak perlu stok tinta sama sekali. Provider yang monitor dan ngirim langsung pas hampir abis. Lo cuma bayar apa yang lo pake.

6. Karyawan Sering “Nge-Print Sembarangan” — Dokumen Pribadi, Warna-Warni, dll.

Gw jamin, di kantor lo pasti ada karyawan yang nge-print SKTM anaknya warna-warni pake kertas foto. Atau nge-print 30 halaman presentasi, padahal isinya cuma butuh 2 slide. Atau — yang paling parah — print dokumen lalu lupa ngambil, besoknya print lagi.

Ini bisa bikin biaya naik 20-30% tanpa lo sadar. MPS biasanya punya fitur print policy & tracking — bisa ngatur: siapa boleh print warna, berapa max halaman per hari, bahkan pake print release (karyawan harus tap kartu di printer baru dokumen keluar). Hasilnya? Pemakaian kertas turun drastis, kadang sampe 40%.

7. Lo Nggak Bisa Fokus Ngembangin Bisnis Karena Terus Saja Diganggu Masalah Printer

Ini yang paling subtle tapi paling bahaya. Setiap kali lo atau tim lo tersendat karena printer rusak, tinta habis, atau kertas selip, itu adalah opportunity cost yang nggak kelihatan. Bayangin kalo semua energi itu dipake buat ngerjain proyek yang menghasilkan uang.

Bisnis yang efisien adalah bisnis yang nggak mikirin hal-hal kecil kayak printer. Printer harusnya just works — kayak listrik atau WiFi. Nyala, pake, beres.

Gimana Kalo Udah Ngalamin Minimal 3 dari 7 Tanda di Atas?

Kalo lo udah ngangguk-ngangguk pas baca sampe sini, artinya kantor lo butuh perubahan. Dan kabar baiknya: lo nggak perlu langsung ganti semuanya dalam semalam. Bisa mulai dari audit kecil-kecilan dulu.

Di Newton, kita biasa bantu perusahaan audit printing gratis. Kita hitung total pemakaian, biaya per lembar, dan kasih tau berapa banyak yang bisa dihemat. Banyak klien kita yang kaget pas tau mereka bisa hemat 30-40% per bulan setelah pindah ke MPS.

Nggak percaya? Coba aja dulu. Kita kasih free trial — printer + tinta + maintenance, lo bayar per lembar. Kalo ternyata lebih mahal dari yang sekarang, ya balik lagi ke cara lama. Santai aja.

Kesimpulan

Printer kantor itu kayak lubang bocor di perahu. Kalo nggak ditambal, lama-lama tenggelam juga. Tanda-tanda di atas bukan lo harus takut, tapi lo harus sadar. Karena makin cepet lo sadar, makin cepet lo bisa nghemat dan makin cepet lo bisa fokus ke hal yang lebih penting: ngembangin bisnis lo.

Jangan biarin printer jadi musuh dalam selimut yang nguras kantong lo pelan-pelan. Kelola print lo dengan cara yang lebih pinter.

💡 Mau tau lebih banyak?
Konsultasi GRATIS sama tim Newton, kita hitung potensi penghematan kantor lo.
📞 087 888 090 900 (WhatsApp)
Atau klik tombol Coba Gratis di website kami!

📌 Artikel Terkait

📌 Artikel Terkait

📥 Mau tahu lebih lanjut tentang solusi cetak Newton?

Unduh Company Profile, Price List, dan brosur promo Newton secara gratis untuk membandingkan opsi terbaik bagi kebutuhan cetak kantormu.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apa itu Managed Print Services (MPS) dan bagaimana cara kerjanya?

MPS adalah layanan langganan printer profesional di mana perusahaan tidak perlu membeli printer, tidak perlu mengurus tinta, dan tidak perlu panik saat rusak. Semuanya dikelola oleh provider — termasuk monitoring pemakaian, maintenance rutin, hingga penggantian spare part. Perusahaan cukup membayar per lembar cetakan (cost per print). Ibaratnya seperti subscription Netflix, tapi untuk printer kantor — lebih simple, lebih terprediksi, dan biasanya lebih murah.

Berapa banyak biaya cetak yang bisa dihemat dengan beralih ke MPS?

Berdasarkan tabel perbandingan di artikel, untuk volume 500 lembar per bulan, MPS bisa lebih hemat 50-60% dalam jangka 2 tahun dibandingkan printer inkjet ekonomis atau printer laser entry-level. Dengan MPS, total biaya 2 tahun hanya sekitar Rp2,4 juta, sementara printer inkjet ekonomis mencapai Rp5,6 juta dan printer laser entry Rp6,1 juta. Belum lagi printer yang gratis dipinjamkan, bebas biaya maintenance, dan tanpa perlu pusing stok tinta.

Apa saja 7 tanda kantor sudah darurat butuh Managed Print Services?

Ada 7 tanda utama: (1) Tidak pernah tahu berapa biaya cetak per bulan karena tersebar di banyak pos, (2) Printer sering rusak dan karyawan jadi teknisi dadakan — buang waktu 44 jam per tahun, (3) Punya lebih dari 3 printer dari merek berbeda dengan tinta berbeda sehingga stok ruwet, (4) Biaya tinta sudah lebih besar dari harga printernya sendiri — bisa 3-4 kali lipat dalam setahun, (5) Lemari penuh stok tinta tapi tidak pernah cukup karena pembelian tidak terencana, (6) Karyawan sering nge-print sembarangan termasuk dokumen pribadi dan warna-warni, (7) Tidak bisa fokus mengembangkan bisnis karena terus diganggu masalah printer.

Apa itu fitur print policy & tracking di MPS dan bagaimana manfaatnya?

Fitur print policy & tracking memungkinkan perusahaan mengatur kebijakan cetak secara otomatis: siapa yang boleh cetak warna, berapa maksimal halaman per hari per karyawan, dan bahkan menerapkan print release (karyawan harus tap kartu di printer baru dokumen keluar). Manfaatnya, pemakaian kertas bisa turun drastis hingga 40%, tidak ada lagi dokumen pribadi yang dicetak pakai printer kantor, dan biaya cetak lebih terkendali karena setiap lembar tercatat.

Bagaimana cara mulai beralih ke Managed Print Services di kantor?

Tidak perlu langsung mengganti semuanya dalam semalam. Mulai dengan audit kecil-kecilan: hitung total pemakaian, biaya per lembar, dan jumlah printer yang ada. Banyak provider seperti Newton menawarkan audit printing gratis dan free trial — printer + tinta + maintenance dengan bayar per lembar. Jika ternyata lebih hemat dari cara lama, bisa lanjut; jika tidak, bisa kembali ke cara sebelumnya tanpa risiko.

Sumber & Referensi

WhatsApp 087 888 090 900